Sedikit ulasan dari penulis serta pengalaman yang dialami.
Dulu saya berniat setelah lulus SMA ingin masuk disebuah Universitas ternama yaitu UNAIR ( Universitas Airlangga). Saya berniat untuk mengambil jurusan psikologi. Sampai pada saat itu ketika Ujian Nasional (UN) berakhir, saya dengan penuh semangat berangkat ke Surabaya dalam rangka mengikuti kursus. Mungkin sudah pada tahu bahwa persaingan untuk masuk ke Unair tidaklah mudah. Maka dari itu saya memutuskan untuk mengikuti les khusus buat masuk ke Unair. Sebulan berlalu , kemudian saya mendaftarkan diri ke Kampung Inggris. Tujuan buat menambah ilmu berhubung ilmu saya masih sangat lemah dalam berbahasa inggris. 

Lalu saat tes untuk masuk SBMPTN pun tiba. setelah itu, saya mendapat kabar bahwa saya lulus jalur undangan disebuah Universitas Islam Surabaya. Seketika itu saya begitu gembira. Namun anehnya, beberapa hari kemudian. Saya merasa seperti tidak ingin melanjutkan di Univesitas tersebut. Hatiku berkata lain. Saat itulah saya merasa dunia ini sudah tak ada lagi artinya. Saya merasa hampa serta bimbang untuk melanjutkan study kemana. Perasaan itu saya alami selama kurang lebih 2 bulan.

Sampai pada suatu malam , saya mendapat sebuah isyarat lewat mimpi . Mimpi yang membuatku sadar bahwa tidak ada yang perlu dicari pada dunia selain amal.  Sejenak terlintas dalam pikiranku dan ilusiku berkata bahwa "kamu tidak perlu lagi mencari dunia ini mes", dunia sudah sangat mengecewakan".  Akhirnya, saat itu juga saya memutuskan untuk masuk di jurusan agama. Ingin memperdalam ilmu dan ingin menghafal. Beberapa hari kemudian kejadian itu menjadi salah satu ikhtiarku dengan Sang Pencipta. Finally, Allah menjawab doaku. Siang itu saya mendapat informasi dari teman saudara saya terkait IIQ Jakarta ( Institut Ilmu Al-Quran Jakarta ). Mendengarnya,  entah kenapa perasaanku langsung berkata “OKE MASUK ITU AJA” . Hal tersebut menjadi pertimbangan berat orangtuaku. Dikarenakan , baru kali ini saya akan menginjakkan kaki jauh dari mereka. Dan tentu juga menjadi hal berat untukku sendiri. Tetapi keyakinan dan tekadku mengalahkan rasa takutku.

Bismillahirahmanirrahim. Berangkatlah saya ke Jakarta bersama ibu.  Sesampainya disana begitu banyak drama yang saya alami dan saya rasa tidak perlu untuk diceritakan.
Hari demi hari kulalui dengan proses test. Baik tulisan maupun lisan. Awalnya saya berpikir bahwa kemungkinan untuk lolosnya sangat kecil. Karena rata-rata mereka yang masuk ke IIQ sudah memiliki modal hafalan serta ilmu agama yang mumpuni. Aku merasa bagaikan butiran debu diantara mereka.  Sedangkan saya sendiri yang notabene berasal dari umum apakah bisa masuk ? Says sempat pesimis. Namun akhirnya ibuku memberikan ku semangat untuk optimis. Dan akhirnya pengumuman pun tiba. Begitu kagetnya saya ketika melihat namaku MEISYA INTANIA ILLIYUN lolos . 

Bahagia, haru , tawa kurasakan semuanya. Inilah jawaban dari semua kegundahanku . Allah menempatkanku ditempat yang tepat. Dan sampai sekarang pun tak henti-hentinya aku mengucapkan rasa syukur kepada-Nya yang telah menjadikanku bagian dari orang-orang hebat di IIQ .
Jadi begitulah singkat ceritaku, intinya bagi kalian yang sekarang bingung untuk melanjutkan kuliah kemana. Langkah awal yang harus kalian lakukan adalah ikhtiar dan tawakal. Karena dengan begitu maka Allah akan menunjukkan tempat  terbaik untukmu.  

Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua. 
Berbagi pengalaman sama halnya berbagi kebaikan

Komentar